Posts

Benam

tuhan punya cara dalam mencintai mu kenangan manis berakhir akan keputusaan bukan rasa dari keadilan. dikau sedang menikmati rasa menjadi ikhlas, sedang penyesalan bentuk dimana kini sedang menyukai kopi hitam diantara pekat kerlingan mimpi engkau tidak sedang mencintai suasana dikau hanya menarik api diantara godaan putihnya susu caramel. kenangan kembali menjadi hasrat diantara bangku kosong . dan halte di pagi ini memanggil wajahmu dalam kehilangan. aku bahkan lupa cara mengakhiri tulisan dalam puisi ini semua tampak berantakan  lalu gelas ini tetap saja wajah mu . aku benar-benar menjadi hitam.

Kak Debby

aku rasa aku tak bisa melihatnya mejadi biasa ia telah mencintai wanitanya dalam keutuhan ia telah meleburkan rasa serta bentuk kerinduan padamu kak winda dan kau beruntung sekali dalam prihal ini menunduk kan merpati yang lupa cara pulang atau ia lupa cara menimang diri dalam hening. kak winda aku bocorkan sedikit cerita tentang nya ia manusia mencintai manusia  ia begitu peduli dengan orang lain  sehingga dia lupa cara mencintai dirinya sendiri kak winda ku terimah kasih karena dikau  sudi menerima nya dan tentang rahasia tadi akan ku ulas diakhir  dia akan melamar mu di tahun 2019 ini . kak winda jangan ditolak yah.

Jenuh

Image
Ada yang mengetuk untuk datang dan pergi Selepas perkasa jiwa ini menjadi lumrah Entahlah.. Akupun lupa cara memandangmu Atau engkau sudah semakin suram Dan manisnya kita sudah lupa Engkau telah dimandi peluh kerinduan Sedangkan kita masih saja enggan untuk bicara Prihal itu, biar kan akar-akar kecaduan wajahmu menjadi menetap.

Prili V

Purnama ini lepas akan kata pustaka Rintik menjadi teman hujan akan jam tanganku Isyaratkan nasib membelai mesra kata tiada Lumpuh kan   gelap,atau tentang kota menjadi kosong Ikhtiar ini atas jiwa mu tertidur atas sebuah kolong Aku kembali pada potret mu dilorong-lorong

Prili IV

Aku ceritakan ini atas sebuah akhir Atau tentang 10 hari engkau bersetubuh lara Atau tentang lelaki penuh kesombongan menjadi angkuh Atas mu Prili di persimpangan teater Engkau terbungkus melawan garis tangan bertajuk tuan Atau tentang angin mehembus begitu dekat Dimanakah lelaki tanpa sebut itu Saat sukma mu mulai menghadap Engkau terlantarkan akan cinta Ia mabuk di persimpangan teater Merajut jalan akan kepuasan diri Engkau terdampar akan garis dan cinta Engkau kembali pada tahta yang bertuan Tanpa sehelai kata di balik ke-semuan mu Ia baru tiba setelah engkau terbiasa menerima tiba 10 hari setalah engkau menjadi basah. Tanah mu menjadi kering Atau tentang bunga menjadi layu Laki-laki pemabuk disimpang teater menahan isak bermandi luka Menikmati waktu menunggu kereta pagi Menuju tanahmu atas parlingnya akan makna cinta Ditanah mu tak ia temukan wajahmu menjadi cantik Tak ia temukan tubuh mu tempat ia mengadu rindu Hanya bi...

Prili III

Bagian   mana   yang paling dikau sukai akan kita , ambillah Keong ini sudah kehilangan rumahnya Ia terjebak akan peti di keramaian atas kerumunan Ia pula tertidur pulas dengan segala bentuk   wajahmu Bagian mana yang paling dikau sukai akan kita, ambillah Ia tak memiliki tempat untuk berteduh Ia tak punya rasa untuk menitih jalan Lalu ia mulai merapuh di balik segala bentuk senja Bagian   mana   yang paling   dikau sukai akan kita, ambillah Aku sudah lupa bagiamana cara m embasuh wajah ku

Prili II

Dengan sastra rinaimu menjadi hanga Sinar kecil dan keabadian menjadi lembut Kata rindu dan kebisingan hati menjadi begitu mesra Seakan kenang masuk merobek-merobek kebisuan akan kita Dengan sastra ampas kopi ini menjadi nikmat Aliran debu sertakan kemusafiranku menjadi begitu hikmat Atau juga keberpalinganmu menjadi dekat Atau juga tentang kesendirian meluapkan kata larat Dengan sastra kecamukku tetap menjadi kuat Menelusuri jalan setapak akan kata menjadi hakikat Tentang mu menumbuhkan ladang kecemburuan akan semesta Tentang mu menumbuhkan setumpuk berkas tentang keusangan rindu Dan kamu menjadi puitis sekali untuk di sebut.