Jenuh
Ada yang mengetuk untuk datang dan pergi
Selepas perkasa jiwa ini menjadi lumrah
Entahlah..
Akupun lupa cara memandangmu
Atau engkau sudah semakin suram
Dan manisnya kita sudah lupa
Engkau telah dimandi peluh kerinduan
Sedangkan kita masih saja enggan untuk bicara
Prihal itu, biar kan akar-akar kecaduan wajahmu menjadi menetap.
Selepas perkasa jiwa ini menjadi lumrah
Entahlah..
Akupun lupa cara memandangmu
Atau engkau sudah semakin suram
Dan manisnya kita sudah lupa
Engkau telah dimandi peluh kerinduan
Sedangkan kita masih saja enggan untuk bicara
Prihal itu, biar kan akar-akar kecaduan wajahmu menjadi menetap.

Comments