Posts

Showing posts from November, 2014

Puisi Perempuanku

Kemarin, ku datang dan tanya sudah keringkah air mata atau jadi laut lepas kudiam dan senyum hati diam dan semu bukan air mata mendadak kering. mata buta lihat amna bunga-bunga sudahlah, pergi sana. sebelum kupeluk, kumerdeka

Negara dan Coretanku

Langit yang sunyi pun mulai menutup pintu nya rapat-rapat,pertanda sang ratu malam akan muncul menyapa bumi yang semakin renta ini. D isana seorang wanita masih termenung menatap laut lepas,sepertinya banyak sekali pertanyaan yang sedang membumbung tinggi dibenaknya,bahkan orang yang lalu-lalang, tak ia hiraukan satupun,ia sibuk dengan pikirannya sendiri. Aku disini masih duduk diantara pohon kelapa yang lagi gembiranya menunggu kesunyian,tapi aku tetap diam disini,memperhatikan tiap gerak-gerik wanita yang ada disana,seperti agen detektif hehehe, tapi aku begitu penasaran,ingin tahu apa yang ia pikirkan atau lagi diputusin pacar atau…… , Wanita itu beranjak sejenak sambil mengambil HP yang ada di saku celananya,dan berbicara sebentar dan ia pun bergegas pergi,mengilang ditelan keramaian bangunan yang bertingkat.Aku segera menghampiri tempat wanita itu sekarang , dan aku duduk seraya menjadi wanita itu,sambil memandangi laut lepas disana “ apanya yang menarik disana, sehingg...

cerpen dinda terlahir kembali

Dinda Terlahir Kembali Tanggal 15 februari,dimana tuhan memelukmu sangat erat , sehingga aku terdampar dari kota kecil mu yang indah. Kota kecil yang dulu penuh tawa dan senyum dari bibir indah mu , dan   kini kota kecil itu mendadak gersang berkepanjangan . Tanggal 15 februari,diman a lengkap 1 ( satu ) tahun di kau menjauh dari kota kecil ku , yang telah mulai tumbuh rerumputan, setelah gersang berkepanjangan bersama langkah yang menjauh dariku dinda , lalu, mimpi-mimpi kita mendadak berhenti,dengan kanker otak yang harus kau derita dan sehingga malaikat bersayap indah menjemputmu kembali ke pencipta. Masih teringat jelas aroma pemakamanmu setahun yang lalu, membuyarkan semua air mata yang tersisa ,   dan menyisakan beribu kepedihan yang menumpuk, memaksa kutelan sendiri,tanpa ada tempat untukku berbagi. Karena , “ aku telah terbiasa bebagi dengan mu dinda suka atau duka ” .Masih teringat jelas saat aku juara menulis puisi dan kamu juara lomba men luki...