Prili IV
Aku ceritakan ini atas
sebuah akhir
Atau tentang 10 hari
engkau bersetubuh lara
Atau tentang lelaki
penuh kesombongan menjadi angkuh
Atas mu Prili di
persimpangan teater
Engkau terbungkus
melawan garis tangan bertajuk tuan
Atau tentang angin
mehembus begitu dekat
Dimanakah lelaki tanpa
sebut itu
Saat sukma mu mulai
menghadap
Engkau terlantarkan
akan cinta
Ia mabuk di
persimpangan teater
Merajut jalan akan
kepuasan diri
Engkau terdampar akan
garis dan cinta
Engkau kembali pada
tahta yang bertuan
Tanpa sehelai kata di
balik ke-semuan mu
Ia baru tiba setelah
engkau terbiasa menerima tiba
10 hari setalah engkau
menjadi basah.
Tanah mu menjadi
kering
Atau tentang bunga
menjadi layu
Laki-laki pemabuk
disimpang teater menahan isak bermandi luka
Menikmati waktu
menunggu kereta pagi
Menuju tanahmu atas
parlingnya akan makna cinta
Ditanah mu tak ia
temukan wajahmu menjadi cantik
Tak ia temukan tubuh
mu tempat ia mengadu rindu
Hanya bingkai kecil ,
atas tanggis wajah indah pelahir mu
Prili ku kembali tanpa
sebut
Bisakah kita
diskusikan satu hal dalam kata maaf
Adakah sesudah itu
kita berempati dalam persimpangan teater
Aku terkurung 5 tahun
tanpa kata
Merindu dalam diam di
bisik rindu
Prili
Ada kata penutup ku
dalam sebutan maaf
Kutemukan lain mu
dalam kata anak Gadis ibu
Ia pembakar darah ku
Kuikat mu atasnya,
kurasa engkau akan cemburu
Ia sama manisnya akan
senyum mu
Ia sama cantiknya akan
langkah mu
Ia serpihan daun
menutup rinai-ku
Comments