Negara dan Coretanku
Langit
yang sunyi pun mulai menutup pintu nya rapat-rapat,pertanda sang ratu malam
akan muncul menyapa bumi yang semakin renta ini. Disana seorang wanita masih termenung
menatap laut lepas,sepertinya banyak sekali pertanyaan yang sedang membumbung
tinggi dibenaknya,bahkan orang yang lalu-lalang, tak ia hiraukan satupun,ia
sibuk dengan pikirannya sendiri.
Aku
disini masih duduk diantara pohon kelapa yang lagi gembiranya menunggu
kesunyian,tapi aku tetap diam disini,memperhatikan tiap gerak-gerik wanita yang
ada disana,seperti agen detektif hehehe, tapi aku begitu penasaran,ingin tahu
apa yang ia pikirkan atau lagi diputusin pacar atau……, Wanita itu beranjak
sejenak sambil mengambil HP yang ada di saku celananya,dan berbicara sebentar
dan ia pun bergegas pergi,mengilang ditelan keramaian bangunan yang
bertingkat.Aku segera menghampiri tempat wanita itu sekarang, dan aku duduk seraya
menjadi wanita itu,sambil memandangi laut lepas disana “ apanya yang menarik
disana, sehingga ia betah sekali “ ujarku berbisik lirih.
Sebelum ku bergegas dan ingin melupakan apa yang aku lihat sekarang, dan berhenti dari rasa keingintahuan masalah orang lain.Aku melihat ada sebuah buku yang tertinggal,”ini buku diary,pasti punya wanita tadi”, “iya, pastilah dasar goblok,kan hanya dia yang dudduk disini dari tadi,gak mungkin kan punya pak RT” ujar diri keduaku.
Sebelum ku bergegas dan ingin melupakan apa yang aku lihat sekarang, dan berhenti dari rasa keingintahuan masalah orang lain.Aku melihat ada sebuah buku yang tertinggal,”ini buku diary,pasti punya wanita tadi”, “iya, pastilah dasar goblok,kan hanya dia yang dudduk disini dari tadi,gak mungkin kan punya pak RT” ujar diri keduaku.
Rasa keingin-tahuanku mulai membara
setelah sampai dikamar kecilku yang tak begitu indah,hanya ada lampu pijar kecil untuk menemani
belajar,computer yang sudah menanggis ingin pensiun dari kerjanya, serta TV
hitam putih yang suaranya mulai berisik
dan warna mulai banyak semut yang menghiasi,dan rak buku dan lampu munggil yang
setia menemani ku.
Buku diary itu mulai kubuka,ada tulisan
kecil yang indah dilembar pertama,kata-katanya begitu simple,tapi makna
nyabegitu tersirat,begini katanya “Akuhanya
kucing kecil yang berdiam diri didalam kardus,menanti pecahan kaca menghampiri
dan merobek kaki ini”.Beberapa kali ku baca kata-kata itu,tapi tetap saja
ku tak mengerti.
”Kucing tidak seluruh nya dalam kardus, waktu kecil ada yang dijalanan, dan ada yang dikandang, dan lagi pula, kucing kecil itu bisa melihat mana pecahan kaca mana kapas “ hehehe protes ku.Sok tahu yang nulis ini hahaha ( canda doang )
”Kucing tidak seluruh nya dalam kardus, waktu kecil ada yang dijalanan, dan ada yang dikandang, dan lagi pula, kucing kecil itu bisa melihat mana pecahan kaca mana kapas “ hehehe protes ku.Sok tahu yang nulis ini hahaha ( canda doang )
Kubalikan kertas itu,gak ada namaya, hanya ada kata-kata
lagi,tapi tidak
ku lanjutkan membacanya takutnya
salah tafsir lagi, bisa-bisa dituntut pelanggaran HAM ( Hak Asasi
Manusia).hehehhe
Kubuka halaman terakhir,ada kata-kata yang
unik disini,judul nya pun unik,dan membuat ku sedikit menyunggingkan bibirku kecil ku.
“ Indonesiaku ,terlalu kaya budaya dan adat
istiadat yang indah,sehingga menjadi maknet untuk negara lain,bahkan ada yang
tergoda sehingga ingin merebutnya dari tangan merah putih ku”
Kutertawa
bukan lucu, tapi panjang banget judulnya hampir sama panjang dengan artikel
mbak Ria hehehehe,biasanya judul punya orang-orang yang perna kugarap
membacanya, pendek,singkat dan kaya makna seperti :Ayahku bukan pembohong,Ketika cinta bertasbih, Negeri 5 menara, yang baru saja kubaca
adalah Daun yang jatuh tidak pernah membenciangin
dan lain-lain ,biar nggak ngantuk hehehe.
Jadi lanjut aja ke inti.
tapi
ini sangat berbeda. ”iyalah berbeda, orang yang nulisnya pun berbeda” ujar batin ku.
Ketika kubaca dari satu kata kekata yang lain, ku tertekun diam dan
melanjutkannya sehingga sampai selesai membacanya,panjangnya hanya 4 ( empat
) halaman ,tapi begitu benar
kata-katanya,dia memang orang yang jenius menurut ku,pemikiran nya dewasa
,walau mukanya kayak anak SMA kelas satu.tapi harus ku akui kamu anak yang
kritis dalam berpikir kreative.
Begini
kata putri kecil itu”Kalau bicara tentang budaya ,Indonesia sepertinya tak
habis-habisnya tentang budaya apalagi sekarang ini,seperti pemberitaan dimedia
masa dan media elektronik,
seperti TV dan juga internet. Sangat gencar nya memberitakan tentang
budaya-budaya Indonesia yang ingin dicuri Negara tetangga,seperti dalam sebuah
artikel bang brama aji putra yang
saya baca dulu, memang benar mengambarkan keindahan keragaman
budaya Indonesia,seperti lagu Rasa Sayange diklaim dan dijadikan single andalan
“ visit Malaysia 2009:.Alat
music angklung yang suaranya sungguh merdu nan-indah tampaknya mengoda Malaysia
untuk meng-copypaste-nya.Reog Ponorogo,sebuah kesenian tradisional luar
biasa,membuat Malaysia meneteskan air liur kesekian kalinya;lantas menjiblakkannya.
Terakhir,
tari pandet –di mana
seluruh wisatawan dunia sejatinya mahfum
jika tari ini khas Pulau Dewata Bali-diklaim mentah-mentah menjadi miliknya.Sebuah pulau yang masuk
wilayah territorial kabupaten rokan hilir ( Riau),Pulau Jemur,ditawarkan
sebagai objek wisata milik Malaysia.dan,ulah ugal-ugalan tak tau adat istiadat
seperti itu ternyata sudah dipraktikan oleh Malaysia sejak Negara itu merdeka 57 tahun lalu.Karena
lagu nasional miliknya,tak lebih merupakan buah plagiat dari lagu Terang Bulan yan hak ciptanya dimiliki
perusahaan music Lokananta ( solo )
Itu
hanya sebagian keragaman tentang Indonesia tanah seribu bahasa ini,jika kamu ke
Jogjakarta kamu akan memakai bahasa jawa,jika kamu ke padang maka kamu akan
disuguhi dengan bahasa yang tak pernah
kamu dengar sebelumnya, tapi tutur katanya begitu indah,jika kamu ke papua maka
kamu akan mengelangkan kepala,tidak mengerti,bahkan jika kamu kebandung yaitu
kota kembang,
maka kamu akan dipanggil akang,jika kamu mampir ke Palembang dan berdiri di
atas jembatan Ampera maka kamu akan tertawa dengan panggilan abang,itu hanya secuil
tentang keragaman kami,Indonesia
.
Setelah
kubaca,ku mulai mengerti suatu beartinya meneruskan budaya yang selama ini
telah turun temurun,dan melepas penyakit gengsi yang melanda-ku selama ini.
Pikiran ku mulai
terbang mengigat tentang kehidupan yang sedang berkembang didekat ku,dimana
pemuda mulai acuh dan membuang mukaakan budaya nya sendiri. Meninggal kan kebiasaan lama yang ia sebut kampungan.Itu terjadi dengan beriring
nya kemajuan teknologi yang melanda dunia sampai kepenjuru indonesiaku,hatiku
bergentar meng iyakan apa yang wanita itu tulis.
Bahkan
mata ku enggan menidurkan tubuh yang lelah dari hiruk-piukk kampus tadi siang.Dalam hal ini
pikirankusedang asyiknya berpikir sendiri mencari apa yang harus ku
lakukan,sebagai pemuda .Akhirnya kuputuskan mematikan lampu munggil yang mengiasi kamar ini.
Kemana
wanita itu ?,kenapa
belum datang,seharusnya ia sudah ada disini,bukan kah kemaren jam segini ia
telah menghiasi pandangan di pantai Gajah, kenapa belum
datang.”Mungkin dia ditempat lain” bisik hati kecilku.Ku telusuri pantai
ini,diantara kesibukan penghuni nya,ada
yang lagi sibuk main kejar-kejaran,(teringat masa kecil hehehe),disana anak
kecil imut banget,
lagi duduk sendiri ditepi pantai sambil memakan es krim yang sangat lezat
kayaknya,dan ada segerombolan nelayan yang lagi menarik jaringnya untuk
menangkap ikan.Dimana wanita itu?,apa
dia tidak datang hari ini?,padahal ku sangat bersemangat untuk bertanya langsung
padanya,kenapa dia bisa nulis begitu hebatnya ,tentang keadaan budaya kita saat ini.
Sudah
seminggu ku bolak-balik dari rumah kepantai, hasilnya nihil,dia kayaknya memang
benar-benar sudah ditelan bumi.
Keputusan
terakhir yang ku ambil adalah untuk melupakan
apa yang menghatui hidupku beberapa hari ini.Rasanya ingin kubuat status di
facebook dan twitter,”
bagi yang kemaren datang ke pantai gajah,dan diary nya tertinggal ,tolong
hubungi Evan saputra, karna bukunya ada sama aku.terimah kasih “, itu nggak mungkin
kan,iya kalau berteman di FB,atau dia
ngikutin di twet ,dan juga gengsi brooo,kalau mau dia yang datang ke pantai
nyari buku nya seniri,
atau pasang baliho heheh yang bertulisan “SIAPA
YANG NEMUIN DIARY GUE,KALAU COWOK GUE JADI IN SUAMI,KALAU CEWEK GUE JADI IN SAUDARA
“ hehehe,kayak sayimbara dalam film sangkuriang jadi nya.
Mulai
ku-memutarkan otakku,dan
mencari tahu tentang kebenaran apa yang wanita itu tulis didalam diary nya.Kuhidup
kan komputerku yang sudah usang dan batuk-batuk ,maklum teman karib turun
menurun.
Ku
buka Tab satu persatu,dan ternyata benar,apa yang dia tulis ,bahkan lagu
Indonesia raya pun dirubah orang Malaysia,( emang orang Malaysia),runtuk batin ku yang sedang
membaranya karena merasa harga diriku di lecehkan . Apalagi batik juga mau
diakuin juga, astafirunglah al azim
Negara tetangga,nggak habis-habisnya,jangan-jangan entar lagi tari payuang dan
piring juga akan diakuin hehehe.
Wawwww…..,
kayak nya belum habis nya kekayaan negara Indonesia,yaitu sebagai negara yang
paling banyak memiliki pulau di dunia dan penduduk nomor 4 terbesar didunia
juga memiliki wisata terbaik yaitu terumbu karang terindah didunia,serta adanya
pulau komodo,ditambah kemerlipnya marioboro serta pantai denpasar bali.
Kayaknya
inggris boleh bangga dengan jam dunia yang menjulang kelangit,ternyata
Indonesia juga punya yaitu jam Gadang yang ada dikota padang,lebih tepatnya di
bukit tinggi Sumatera barat. Apa
lagi kurang nya Indonesia, dan juga dijogjakarta juga ada Candi Borobudur yang
masuk dalam tujuh keajaiban dunia ,apa lagi kurang nya Indonesia,Indonesia
memang hebat.
Aku
mulai bangga dan merasa tidak kalah dengan francis yang bangga akan menara Eifiel nya,cukup aku kasih
Candi Boro Budur,Candi Prambanan
atau MONAS maka sama hhehe. Selain
itu juga, di Jogjakarta juga
disebut kota batik,jadi kota Jogjakarta bisa disebut paris kedua. Hahahaha (
pikiran ku sedang ngelancur,tapi itu pasti kalian juga beranggap sama seperti
aku sekarang ini).
Mulai
ku mengupas kulit Indonesia, ternyata Indonesia selain tentang kota bali yang
sudah mendunia keindahan alamnya serta budayanya yang membuat pengunjang
berkata “ Oh My Gd “, ternyata juga
memiliki keindahan yang hampir sama yaitu di Lombok lebih tempat nya di pantai
sengigi yang sangat indah
.
Aku
tersenyum lebar dan puas sekarang,
sambil memakan apel khas dari kota malang, yang kemarin,menjadi oleh-oleh dari wulan aprilia anggria teman
kuliah,eeeeth….bukan pacar hehehe,cuman teman dekat,gak percaya lihat aja di
facebook.
Kayaknya
menarik kalau ku cari di internet tentang makanan khas Indonesia,mumpung kuota internet masih gratis hehehe,maklum
anak kost yang penting eksis.
Huffff.., akhir nya Tab pertama
terbuka .Waww..,makan nya banyak banget boy,di daerah padang siapa yang tidak
kenal dengan masakanRendang
yang meraja dan mengoyangkan lidah saudara-saudari yang berkunjang disini,kalau
saya sudah menikmati sensasi nya apalagi makanan kripik balado nya sangat
enak,bahkan kripik balado itu menjadi oleh-oleh tiap kali kupulang ke
palembang.
Ngomong-ngomong
masalah Palembang, jadi kangen dengan keluarga disana,lagi apa yahh mereka
?,apa lagi makan pempek kapal selam?,atau makan tekwan,mungkin lagi di jembatan
Ampera sambil makan jagung bakar.Ahhhhh jadi kangen, dengan semua memory
tersebut,apalagi saat lebaran kemarin ,masak Tempoyak,dan juga nenek yang masak
pempek lenggang. Aku ingin pulang sekarang rasanya,ingin kumpul sama mereka
yang sangat kusayangi.Apa lagi dengan keponakan ku yang kecil, namanya Tian Sebastian
yang baru berumur 1tahun,8 bulan yang sangat menyukai kerupuk ikan. Membuat ku
selalu membawahkan nya untuk oleh-oleh kalau aku berkunjung kerumahnya.
Jagan
lama-lama membahas masalah Palembang, entar kubawah motor ini menuju solok,-kemudian darmas raya,-kemudian provinsi
jambi – sampai deh provinsi sumatera selatan,dekatkan kalau di buat disini tapi
asal kalian tahu boy,jauh banget 18 jam. Tapi nggak terlalu jauh dibandingi ke
medan yang hampir 24 jam atau lebih tepatnya sehari semalam,pasti bosan yah
kan. Kalau kalian dalam perjalanan, maka kalian akan menemukan titik
kebosanan,maka saya saran kan memutar lagu takicuh dinan tarang, pasti kalian
langsung jerit-jerit di mobil.(pengalaman pribadi).
Ternyata
ada makanan unik di daerah Pekan Baru yaitu makanan yang asing, tak perna
kudengar dan ku makan sebelumnya,”ya iya lah , Evan goblok, kan loh nggak pernah kesana.
Makanya
sebagai warga negara yang
baik, kita harus menjaga kelestarian budaya dan makan khas kita sendiri ,biar
bisa turun-temurun, sehingga sampai ketangan cucu kita nanti. Tapi kan nggak zaman makan ubi rebus,itu
zaman dahulu,nggak zaman makan jengkol bau( padahal bule aja suka
jengkol,dan menjadi makanan favorit, gak mungkin kita yang punya masakan
itu,kita sendiri yang
tidak menyukai nya,dasar anak sekarang lebay alay). Bukan kata diri keduaku, tapi kata bang dika saat
diwawancara singkat masalah indonesia heheh
Malam
ini computer menidurkan ku,seperti lagu nina bobok yang indah keluar dari mulut
ibu yang sangat kusayangi sepanjang masa,yang berjuang mati-matian untuk ku,dan
merawat ku kalau aku sakit, serta menyupotku untuk bisa melangkah maju meski
hujan badai menanti didepan sana . Dua kata yang memotivasi ku sampai kini
yaitu adalah “ jangan perna katakan kamu
tidak bisa nak,sebelum kamu mencoba,serta rencana tuhan itu selalu berakhir
dengan indah,kalau belum indah maka
belum berakhir “
kata-kata itulah yang membuat ku merasa tegap menatap tiap embun pagi yang menerpa wajah ku.
Sekarang jawaban atas pertanyaan ku
sekarang,sudah tuntas seperti nila ujian konstruksi gambar dan bangunan dengan
pak Darman Santo yang mendapat
nilai C,lumayan heheehe dari pada D
.
Tapi
penasaran ku,tentang wanita tersebut masih membara ,bagai cerita yang tak perna
berakhir.Aku tak tertarik lagi untuk bertanya tentang apa yang ia tulis kemarin
di diary nya kemarin , tetapi sekarang,
ada suatu keinginan menemuinya,untuk katakan padanya mataku telah terbuka.Sebenarnya
bukan hanya itu saja, satu hal yang membuat ku ,ingin bertemu dan memandang
wajah nya lekat-lekat,
yaitu karena puisi yang ada di lembar kedua,mampu mengetarkanku,tiap baitnya
terasa sama dengan apa yang kurasakan tentang dunia ini.
AKU
KERAMAIAN jangan
mendekat…
berjalanlah menjauh…
sejauh-jauh hingga mata buta memandang…
aku ingin sendiri…
haruskah tutup telingga agar tak ada suara yang kudengar…
hanyan suara ruang hampa…
kuberlari kepadang pasir…
menonton raga ini sendiri…
kuputuskan tak terjemah hanya isang- isang…
berjalanlah menjauh…
sejauh-jauh hingga mata buta memandang…
aku ingin sendiri…
haruskah tutup telingga agar tak ada suara yang kudengar…
hanyan suara ruang hampa…
kuberlari kepadang pasir…
menonton raga ini sendiri…
kuputuskan tak terjemah hanya isang- isang…
Aku
rasa dunia kecil nya adalah dunia kecil ku,sehingga malam itu kutulis juga di
diary nya,ku tahu pasti dia tidak akan perna hadir lagi,karena dia sudah
benar-benar ditelan bumi ( mungkin ), sehingga nggak kan mungkin dia datang
lagi.
Coretan kecil dari pena standar
hehehe,ini hanya sebuah harapan agar kita nanti bisa ketemu dan kau menunggu
walaupun itu tidak mungkin kau menungguku, karena engkau tidak perna mengenal
ku,bahkan aku sudah mulai lupa dengan wajah mu, mungkin setidaknya dikau menunggu diary mu yang ada ditangan ku sekarang.Aku yakin dairy
ini sangat bearti untukmu. Maka akan ku jaga sampai tangan tuhan mengangkat dan menemukan kita,karena ku yakin kisah
ini tidak mungkin
sampai disini,karena ini akan masih berlanjut selama aku masih bersama dengan
diri kedua mu. Inilah
yang kutulis untuk mu yang memiliki nama penaPrili.
Prili
Comments