cerpen dinda terlahir kembali
Dinda
Terlahir Kembali
Tanggal
15 februari,dimana tuhan memelukmu sangat
erat, sehingga aku terdampar
dari kota kecil mu yang indah. Kota kecil
yang dulu penuh tawa dan senyum dari bibir indah mu, dan kini
kota kecil itu
mendadak gersang berkepanjangan .
Tanggal
15 februari,dimana
lengkap 1 ( satu ) tahun dikau
menjauh dari kota kecil
ku , yang telah mulai tumbuh
rerumputan, setelah
gersang berkepanjangan bersama langkah yang
menjauh dariku dinda, lalu, mimpi-mimpi kita mendadak
berhenti,dengan kanker otak yang harus kau derita dan sehingga malaikat
bersayap indah menjemputmu kembali ke pencipta.
Masih
teringat jelas aroma pemakamanmu setahun yang lalu, membuyarkan semua air
mata yang tersisa, dan menyisakan beribu kepedihan yang menumpuk,
memaksa kutelan sendiri,tanpa ada tempat untukku berbagi. Karena, “aku
telah terbiasa bebagi dengan mu dinda
suka atau duka”.Masih
teringat jelas saat aku juara menulis puisi dan kamu juara lomba menlukis, kita tertawa bersama. Bahkan saat aku di marah pak hendra gara-gara tidak
mengumpul PR,sebagai ganti nya aku harus menulis 15 lembar di kertas double
polio dengan kata-kata yang takaa
sing lagi dengan ku hehehe yaitu “Aku
Berjanji Akan Membuat PR,dan Aku Tidak Akan Malas Lagi, Jika Aku
Melanggar Aku
Siap Di Hukum Bersihin Toilet “ ,kau selalu ada
dinda ,menemaniku di halaman sekolah
itu, dan
masih ingatkah dinda saat kita pulangnya keujanan
dengan sepeda yang tak asing lagi untukmu.
Dinda, besok aku akan berangkat ke Padang, untuk melanjutkan study ku disana, namanya UNP ( Universitas Negeri Padang ), aku diterima
disana di jurusan teknik sipil dan bangunan. Rasanya memang berat
ninggalin semua kenangan yang telah tertanam disetiap sudut kehidupan dikota
ini,tapi aku harus terus maju,melanjutkan kehidupanku.Aku percaya kau pasti
bahagia melihat ku sekarang dari surga sana, karena, aku mampu
melangkah,tersenyum dan berpikir bahwa hidup harus terus berjalan, meski tanpamu disini. Walaupun tanpa omelan mu
yang menuntunku,
tiap kubuat masalah,atau menjewer kupingku saat ku bandel,tapi kuyakin kau di
panggil tuhan lebih cepat karena tuhan sangat sayang denganmu, melebihi aku dunda, sehingga dia
memanggilmu lebih cepat dari harapan ku.
Pagi yang cerah , ujar jiwa kedua ku.
“jaga diri baik-baik dan salam dengan eyang dan jangan nakal” “dengar kata ibu,dan juga jangan lupa telpon ibu nya dinda kalau kamu udah sampai nanti karena dia lagi ada urusan makanya nggak datang” sambung bapak ku.
“ siiiipp “ ujar ku cengengesan.
“jaga diri baik-baik dan salam dengan eyang dan jangan nakal” “dengar kata ibu,dan juga jangan lupa telpon ibu nya dinda kalau kamu udah sampai nanti karena dia lagi ada urusan makanya nggak datang” sambung bapak ku.
“ siiiipp “ ujar ku cengengesan.
Keluarga
dinda sudah kenal baik dengan keluargaku,sebelum aku kenal dengan dinda pertama kali. Aku kenal dinda waktu kami satu sekolahan di
SMA,sebenarnya waktu pertama ketemu kami sering saling sindir,dinda bilang” aku
nggak rapi lah,nggak bersih,nggak perna mandi ( padahal Cuma sekali gara-gara
bangun kesiangan ) “,aku sering bilang dinda “ banyak gaya lah,sok rapi lah,cerewet
lah,dan yang parah lagi dia nggak bisa bilang R,jadi bahan ketawaan aku kalau ketemu dengan dia
“,tapi dengan berjalan nya waktu kami semakin dekat,dan nggak tahu datang dari
mana rasa itu , sehingga
kami jadian pada tanggal 16 februari.
Ketika itu, aku ingin kenalin dinda sama orang tua ku, Ehhhhh ...., ternyata mereka
sudah kenal, sehingga mlam itu rasanya malu banget hehehehhe,
dan yang paling
beruntung lagi ,kami berdua langsung direstuin, bahkan rencana nya tamat SMA kami mau di ikat
sebuah pertunangan,tapi rencana tuhan sangatlah
indah
Aku sudah mendarat di
bandara,eyang sudah menantiku dengan semangatnya.Ia langsung memelukku,dan
berbisik” eyang kangen dengan kamu
nak,apa kabar ibu dan bapak disana dan adik perempuan ku yang baru berumur 13
tahun”, aku lepas pelukan eyang, aku jawab pertanyaan eyang yang menanti
kata yang keluar dari bibir ku “meraka
baik semua eyang,dan ada salam dari meraka untuk eyang yaitu salam terindah “
ujar ku sambil tersenyum.
Diperjalanan
menuju rumah eyang,aku bercerita tentang dinda, karena dari tadi eyang
merenggek ingin aku menceritakan nya. Aku mulai menceritakan dari awal aku
bertemu dengan dinda,sampai –sampai
waktu keujanan dan ngenalin dindda dengan ibu dan bapak,
sehingga membuat eyang ketawa mendengar peristiwa tersebut. Lalu aku certain dinda
yang baru aku
tahu bahwa dia mempunyai
penyakit yang sangat mematikan
yaitu kanker otak, yang telah menyerang struktur jaringannya. Ku lihat wajah
eyang berubah tampak sedih. Dinda sakit selama kurang lebih 3 bulan yang harus
rawat rutin,dan saat itu aku masih tegar mengahadap yang terjadi,tapi saat sudah
berjalan 2 bulan kondisi dinda sangat memburuk,dinda sering pingsan dan juga
sering merasa kesakitan, mual dan muntah
serta rambutnya yang perlahan sehelai demi sehelai berjatuhan, sehingga
aku merasa tak tahan melihatnya, kalau
saat itu ada pilihan untuk mengantikan
dinda ,aku pasti orang pertama yang bilang iyaaa,eyanggg, tapi
satu hal yang tak mungkin aku lupakan dari dinda,walaupun dalam keadaan
demikian, dinda masih bisa dia bilang dinda nggak apa-apa nanti
baikan lagi kok,
katanya sambil tersenyum.
Sehingga pada tanggal 15 februari tahun kemarin dinda menghembuskan napas
terakhirnya,di ruang ICU
eyang. Aku lihat air mata
keluar dari sela –sela kedua mata eyang yang munggil, eyang cepat-cepat
menghapusnya. Eyang bilang sambil menatap arah jalan yang akan kami lewatin, yang telah mengigil karena dingin hembusan angin malam,serta
kesepian yang menghantui. “ harus
sabar, dan belajar mengikhlaskan apa yang sudah kehendak yang Maha Kuasa,kita
hanya
menjalankan nya,dan juga nanti kita juga akan di panggil juga
menghadapnya,Karena semua makhluk hidup pasti akan mati “
ujar eyang ku sambil tersenyum semu pada ku, karena matanya masih
basa atas air mata tadi mungkin,atau .....
entah lah. Aku
menganggung saja.
Ini
hari pertamaku ikut PKKMB( Pengenalan Kampus Pada Mahasiswa Baru).aku sudah
berada di ruang lingkup kampus UNP,ternyata sangat luas dan juga Fakultas
Teknik adalah fakultas terbesar di universitas negeri padang, aku harus bangga
manjadi salah
satu mahasiswa yang masuk di fakultas ini. Mungkin karena lama berdiri dan
melihat pemberitahuan di Mading,sialan aku mau buang air kecil lagi, aku
cari-cari nggak ketemu juga,”dimana sih WC nya” ujar diri kedua ku, ngak sabar
lagi pengen lepas dari ini.
“ maaf yah bang, WC nya dimana yahh ?“ ujar sambil gigit bibir karena nahan nya, udah diujung.
“dari sini lurus,belok kanan, lalu belok kiri ,disana tempat…....” belum selesai abang itu jelasin aku langsung bilang “ iaya bang terimah kasih “
aku angsung menuju peta yang abang itu tunjukin ( siapa yah nama abang itu,lupa aku baca nama di bajunya ),entar juga ketemu ujar ku nggak mau repot mikir.soalnya kuburu kebeletttttt...
“sialan tu abang ,ini mah ruang Dekan bukan WC ,aku dikerjain ,baru nginjakin kaki ke sini udah di tipu mentah-mentah” tunggu pembalasan adenn.. heheh ujar batin gue
“ Maaf kak,boleh Tanya nggak,WC nya dimana yah, soalnya saya mahasiswa baru disini ?”,ujar ku dengan senyum yang menawan , kata teman ku waktu SMA, kalau aku senyum janda-janda kembang akan pingsan mendadak hehehe…..
“ Ohhh…,disana,lurus terus lalu ada pertigaan belok kiri,lalu lurus aja,disana WC nya”.
aku langsung menuju peta yang kedua “ Waww menakjubkan petanya benar,tidak seperti peta yang pertama,ternyata senyum saya berhasil hhehe”. Tanpa piker panjang lagi aku langsung masuk,karena sudah diujung broooo. “ Ahkkkkkkkkkkkkk… ,BRENGSEKKKKK..... TOLONG .........ADA ORANG.......... NGINTIPPPPPPPPPPPP ...” ,spontan “AHKKKKKKKKKKK……..,” aku juga kaget,karena salah masuk WC ,ini WC-nya macan betina. “ Prakkkkkkkk…”,satu tamparan pas melesat dengan mulusnya di pipiku, dan satu lagi tendangan melesat didaerah terlarang” terkapar sudah aden mah dilantai sambil meringgis kesakitan bukan kepalang , ”sialan ni cewek,sakit bangettttttttt... , tahu nggak, jangan- jangan ni cewek ikut kungfu lagi, sakit banget tendangan nya” ujar diri kedua ku, terasa sangat terhina atas perlakuannya. Belum selesai disana saja ,yang parah lagi, segerombolannya datang, lengkap sudah penderitaan aden hari ini . Etttttt tunggu dulu mereka lucu juga hehehee , kayak gerombolan macan menggelilingi se ekor kelinci yang imut dan manis hehehe….
ujar nya serentak “ DASAR MATA LAKI-LAKI NGGAK BISA DI AJAK KOMPROMI “
aku bilang dengan santai , karena aku merasa nggak salah sama sekali dalam hal ini, karena ini factor kecelakaan alam saja “ aku minta maaf, sebenarnya aku tidak sengaja masuk kesini, tapi sumpah aku tidak tahu,bahwa ini WC nya terlarang untuk laki-laki, maaf yah Wirda”, semuanya serentak benggong. kayak ikan asin dipasar, > hahahah lucu banget muka mereka< , “ kamu tahu dari mana nama aku?”, ujar nya galak
“ itu dari gantungan nama dileher ” ujar ku polos…
“ dasar sok kenal sok dekat, Prakkkkkkk”, tamparan kedua melesat dengan indahnya .”
“ dasar cewek sialan,kalau aja bukan cewek, udah ku tonjok dan kuremes-remes tulangnya,aku jadiin gulai cincang” runtuk, hatiku panass,” sabar Evan, sabar ,orang sabar adalah oarng yang ganteng serta masuk suraga dan ditinggikan derajatnya disisi Allah SWT”, ujar guru ngaji ku dulu “ . “Pinggir,atau mau lagi” katanya sambil mengankat tangan. Ku pinggir saja dari depan pintu itu, dari pada di bonyok gara-gara macan betina, orang ganteng harus ngalah.
“ maaf yah bang, WC nya dimana yahh ?“ ujar sambil gigit bibir karena nahan nya, udah diujung.
“dari sini lurus,belok kanan, lalu belok kiri ,disana tempat…....” belum selesai abang itu jelasin aku langsung bilang “ iaya bang terimah kasih “
aku angsung menuju peta yang abang itu tunjukin ( siapa yah nama abang itu,lupa aku baca nama di bajunya ),entar juga ketemu ujar ku nggak mau repot mikir.soalnya kuburu kebeletttttt...
“sialan tu abang ,ini mah ruang Dekan bukan WC ,aku dikerjain ,baru nginjakin kaki ke sini udah di tipu mentah-mentah” tunggu pembalasan adenn.. heheh ujar batin gue
“ Maaf kak,boleh Tanya nggak,WC nya dimana yah, soalnya saya mahasiswa baru disini ?”,ujar ku dengan senyum yang menawan , kata teman ku waktu SMA, kalau aku senyum janda-janda kembang akan pingsan mendadak hehehe…..
“ Ohhh…,disana,lurus terus lalu ada pertigaan belok kiri,lalu lurus aja,disana WC nya”.
aku langsung menuju peta yang kedua “ Waww menakjubkan petanya benar,tidak seperti peta yang pertama,ternyata senyum saya berhasil hhehe”. Tanpa piker panjang lagi aku langsung masuk,karena sudah diujung broooo. “ Ahkkkkkkkkkkkkk… ,BRENGSEKKKKK..... TOLONG .........ADA ORANG.......... NGINTIPPPPPPPPPPPP ...” ,spontan “AHKKKKKKKKKKK……..,” aku juga kaget,karena salah masuk WC ,ini WC-nya macan betina. “ Prakkkkkkkk…”,satu tamparan pas melesat dengan mulusnya di pipiku, dan satu lagi tendangan melesat didaerah terlarang” terkapar sudah aden mah dilantai sambil meringgis kesakitan bukan kepalang , ”sialan ni cewek,sakit bangettttttttt... , tahu nggak, jangan- jangan ni cewek ikut kungfu lagi, sakit banget tendangan nya” ujar diri kedua ku, terasa sangat terhina atas perlakuannya. Belum selesai disana saja ,yang parah lagi, segerombolannya datang, lengkap sudah penderitaan aden hari ini . Etttttt tunggu dulu mereka lucu juga hehehee , kayak gerombolan macan menggelilingi se ekor kelinci yang imut dan manis hehehe….
ujar nya serentak “ DASAR MATA LAKI-LAKI NGGAK BISA DI AJAK KOMPROMI “
aku bilang dengan santai , karena aku merasa nggak salah sama sekali dalam hal ini, karena ini factor kecelakaan alam saja “ aku minta maaf, sebenarnya aku tidak sengaja masuk kesini, tapi sumpah aku tidak tahu,bahwa ini WC nya terlarang untuk laki-laki, maaf yah Wirda”, semuanya serentak benggong. kayak ikan asin dipasar, > hahahah lucu banget muka mereka< , “ kamu tahu dari mana nama aku?”, ujar nya galak
“ itu dari gantungan nama dileher ” ujar ku polos…
“ dasar sok kenal sok dekat, Prakkkkkkk”, tamparan kedua melesat dengan indahnya .”
“ dasar cewek sialan,kalau aja bukan cewek, udah ku tonjok dan kuremes-remes tulangnya,aku jadiin gulai cincang” runtuk, hatiku panass,” sabar Evan, sabar ,orang sabar adalah oarng yang ganteng serta masuk suraga dan ditinggikan derajatnya disisi Allah SWT”, ujar guru ngaji ku dulu “ . “Pinggir,atau mau lagi” katanya sambil mengankat tangan. Ku pinggir saja dari depan pintu itu, dari pada di bonyok gara-gara macan betina, orang ganteng harus ngalah.
“. Yakkk ampun hampir
lupa tujuanku kesini untuk apa, gara-gara cewek sialan,entar aku santet jadi
macan benaran baru tahu rasaa tu cewek.”
Aku
sudah hampir satu semester disini,dan sekarang macan betina kemarin sudah bukan
lagi macan tapi udah jadi kelinci yang imutt,dia menjadi teman curhat ku
tentang semuanya . aku merasa nyaman kalau dekat dia, Etttttttttt,aku nggak
pacaran cuman dekat doankk, tapi orang bilang kami
pacaran up too you lah. Kami dekat gara-gara satu jurusan dan sering sekelas
dan juga sering sindir,dia pakai bahasa minang,saya pakai
bahasa palembang,hhhhhha dan juga, aku berharap jodoh. mungkin
hehehehe.
Apa
ini hanya kebetulan atau takdir dari sang pencipta, mimpi-mimpi dan harapan
Wirda semuanya sama dengan Dinda. Aku merasa dinda yang ada didepan ku
sekarang.Wirda
sangat senang sekali hujan-hujanan,sama seperti Dinda,Wirda suka melukis dan juga wirda punya harapan
dalam kehidupa nya yang sama yaitu,
ingin mempunyai rumah yang genteng nya terbuat dari kaca, biar bisa merasakan
tiap tetesan
air hujan, bintang-bintang, serta bulan yang indah, ujar nya waktu itu.
“Nanti kalau kita udah nikah ,kita membuat rumah yang atapnya terbuat dari kaca yah, biar bisa melihat bintang-bintang ,dan seakan merasakan tiap tetes air hujan yang menerpa muka ku,serta melihat awan di langit ” siap bos ujarku,di saat kami ditaman pada malam itu dengan dinda.
“Nanti kalau kita udah nikah ,kita membuat rumah yang atapnya terbuat dari kaca yah, biar bisa melihat bintang-bintang ,dan seakan merasakan tiap tetes air hujan yang menerpa muka ku,serta melihat awan di langit ” siap bos ujarku,di saat kami ditaman pada malam itu dengan dinda.
Dia
sama,aku merasa hidupku mulai normal kembali, dan juga kemarin dia
bilang saat duduk bersama di atas gedung,” Bahwa, kehidupan itu akan berakhir dengan
indah,jika belum indah maka belum berakhir”,aku meng-iyakan kata-katanya, karena itu sangat benar
.
Entah
kenapa, apa
aku belum pantas menerima sedikit senyum di dunia yang tak bersahabat ini , kenapa harus kau uji
lagi keikhlasan ini , KENAPAAAAA
??? , jerit ku di atas gedung tempat kemarin kami
bercerita.
Wirda
sakit,dia sekarang diruangan ICU, aku
menunggu dari 20 menit disini, setelah
ibu wirda yang mengasih kabar bahwa wirda sakit, dan aku juga baru tahu
wirda sakit jantung dari kecil.wirda memang nggak mau cerita tentang penyakitnya dengan kamu vhann
,ujar ibu wirda, karena dia takut aku
akan selalu mengatur nya. Kulihat wirda terbaring lemah udah dua hari wirda
disini,aku baru dikasih tahu. Alasannya takut membuat aku terganggu masa libur
ku di kampung
halaman, aku
juga baru sampai disini,
sekitar 3 jam yang lalu.
Dokter
sudah pasrah,wirda sudah hebat kata dokter,seharus nya dia di vonis 4 bulan
yang lalu,tapi dia mampu melewatinya. Aku pegang tangan nya,dan kusenyum sambil kutatap matanya yang tlah luyu” satu hal yang tak
perna terungkap dari mulut ku, adalah aku masih tidak berani,untuk bilang bahwa
aku sangat sayang sama
kamu wir, kamu
harus bertahan ,aku yakin kamu bias”.
Air hangat
mengalir dari mata indah wirda, sambil memegang tangan
ku dengan erat sekali.
“ rencana tuhan akan berakhir dengan indah, jika belum indah , maka belum bearkhir.
“ rencana tuhan akan berakhir dengan indah, jika belum indah , maka belum bearkhir.
aku
masih diam disini
mencari arti dari kata yang sunyi
apakah kekasihku masih mau berbagi
atau menuntup buku ia, cintaku
apa aku berteman sepi ?lagi tuhan
jawab sebelum subuh,dimimpi-mimpi
atau deretan angin yang tak bertuan
ohhhh,kekasih,…
aku pasrah pada kata ia kemarin
aku tahu mentari,bulan,bintang dan hujan
aku tahu tangan tuhan akan mengangkat kita
memyeret tali yang sudah kusam
meng iyakan ku, dari ujung sajadah kebanjiran....
mencari arti dari kata yang sunyi
apakah kekasihku masih mau berbagi
atau menuntup buku ia, cintaku
apa aku berteman sepi ?lagi tuhan
jawab sebelum subuh,dimimpi-mimpi
atau deretan angin yang tak bertuan
ohhhh,kekasih,…
aku pasrah pada kata ia kemarin
aku tahu mentari,bulan,bintang dan hujan
aku tahu tangan tuhan akan mengangkat kita
memyeret tali yang sudah kusam
meng iyakan ku, dari ujung sajadah kebanjiran....
tuhannnnn, terimah kasih atas ketukan pintu ku yang kau terimah.
Comments
thaksss evan , saya tunggu karya selanjutnya
oke kak. heheh
masih baru mulai ....
next stories
terimah kasih telah mengunjungi blog saya.